Hari terakhir magang
1 Juni 2012 adalah hari terakhir magang saya di Departemen Legal PT Aetra Air Jakarta. sebenarnya masa magang saya baru berakhir 2 Juli 2012 namun karena skripsi membutuhkan perhatian lebih, saya pun mengajukan pengunduran diri.
saya tidak menyangka saya bisa merasa sesedih ini sekarang.
kenapa?
dari 2 bulan magang, saya merasa ternyata kerja di suatu company terlalu monoton. berada di depan komputer berjam-jam. belum tentu mengerjakan sesuatu tapi bisa hanya sekedar membuka-buka internet untuk membunuh waktu senggang.
ya bekerja di suatu company untuk seorang legal memang tidak selamanya sibuk. seperti yang orang umum biasa fikirkan, orang hukum diperlukan ketika ada “masalah”, yah, mungkin mirip seperti itu. di sini saya mendapatkan tugas hanya jika ada hal-hal yang menyangkut hukum yang diperlukan. misalnya seperti dibutuhkan suatu perjanjian jual-beli atau sewa-menyewa atau yang sejenis, terdapat kasus mengenai permasalahan karyawan, berurusan dengan complain konsumen, atau memenuhi gugatan konsumen di pengadilan.
tapi, memang seperti itulah perusahaan. dia memang bukan tempat berkumpulnya masalah bukan? jadi memang wajar seperti itu adanya.
mungkin sebelumnya saya berkespektasi terlalu besar. di bidang legal, saya akan dijejali banyak kasus-kasus setiap hari. mungkin saya berfikir seperti itu karena mendengar cerita-cerita teman-teman saya yang sudah atau sedang bekerja atau magang di law firm korporasi.
selain itu, hal yang membuat saya berfikir saya tidak akan sedih untuk selesai magang di sini adalah orang seumuran saya. rata-rata pekerja di sini sudah menikah. jikalau masih lajang pun, umur mereka sudah hampir menginjak 30 tahun. terkadang saya merasa kesepian. apalagi di bidang legal, aslinya hanya terdapat 1 staff pria dan 1 manager pria.
tapi seperti yang sering terjadi, kebahagiaan malah muncul di akhir-akhir.
beberapa hari terakhir ini saya menemani manager untuk meeting mengenai permasalahan konsumen atau finalisasi perjanjian. saya juga bahkan diajak untuk melihat produksi air PAM dari air sungai kotor biasa (sungai kalimalang) menjadi air yang siap minum.
saya juga jadi lebih mengenal seseorang sehingga teman saya bertambah. maklum, biasanya saya kesepian karena rata-rata di sini sudah ibu-ibu dan bapak-bapak sehingga terkadang pembicaraannya tidak nyambung.
manager saya juga terlihat semakin baik. ketika saya mengajukan permohonan untuk mempercepat masa magang, ia seperti tidak rela. hhehe
yaaah, entahlah. sekarang perasaan saya sedang campur aduk. tidak jelas. tapi yang pasti, saya akan merindukan tempat ini :”)
as silent as a forest. as immovable as a montain. as swift as the wind. as fierce as fire.
– Meitantei Conan, Chapter 618bukti-bukti sudah terkumpul. konklusi pun bisa didapatkan dengan pasti. namun, kenapa masih diam dan mengatakannya bahwa kebenaran telah terkuak? karena, karena masih ingin menunggu. menunggu untuk sebuah pengakuan. langsung dari ucap mu tanpa paksaan. karena bagiku, pengakuan lebih melegakan dibandingkan sebuah pengetahuan yang didapatkan dari paksaan akan keadaan.
kalau Tuhan saja menutupi segala aib kita dari penglihatan dunia, lalu apa hak kita untuk menyibakan aib seseorang pada dunia?
saya merindukan kesunyian yang di dalamnya membuat diri ini tenang. bukan kesunyian yang menghantarkan angin kesepian.
saya merindukan sunggihan senyuman ketika tampilan-tampilan ingatan akan kebahagiaan di masa lalu muncul. bukan tetesan air yang terpaksa keluar dari mata seakan tak rela melihat kenyataan bahwa masa lalu yang itu telah berlalu karena sudah tak bisa untuk berulang.
